Minggu, 13 November 2016

Judul Resensi : Resensi Novel Eye Shadow Identitas buku : 
Judul Buku : Eye Shadow
 Pengarang : Keisha Sarang
 Penerbit :Laskar Aksara 
Tahun terbit : 2014
 Isi buku : 172
 halaman Harga : Rp. 45.000

Image result for resensi novel eyeshadow


















 Isi Resensi Pendahuluan Novel ini karya pertama Keisha Sarang yang diterbitkan oleh Laskar Aksara, cetakan pertamanya dicetak pada tahun 2014 di jln. Gunung Sahari III/7 Jakarta. Novel ini merupakan novel yang bergenre drama romantis tentang keagungan cinta yang terkikis. Di dalam novel ini mnceritakan tentang kisah cinta seorang pasangan di negara Korea. Novel kedua yang sudah diterbitkan oleh Keisha Sarang sendiri yaitu berjudul Happy Autumn. Eye shadow merupakan sebuah novel yang mengajarkan bahwa sebuah cinta yang tulus akan tampak saat kita melihatnya  dengan mata hati yang ada di dalam diri masing-masing. Kebesaran cinta akan terbentuk karena suatu cahaya yang tak akan pernah redup untuk menerangi wujud cinta itu sendiri di dalam kegelapan. Alur yang ada di dalam novel ini yaitu menggunakan alur maju dan alur mundur. Pada awal sampai pertengahan isi novel inimenggunakan alur maju karena cerita yang ada di dalam novel tersebut menjadi penasaran dengan kelanjutan dari cerita tersebut, tetapi di akhir cerita novel ini menggunakan alur mundur karena menjelaskan potongan isi cerita tersebut. Gaya bahasa yang digunakan di dalam novel ini adalah seperti menggunakan bahasa sehari-hari dan tidak terlalu baku. Hal yang menjadi daya taring di dalam novel ini adalah penulis memasukan bahasa asing yaitu bahasa korea seperti judul dan lirik lagu serta, juga ada pepatah cinta di dalam novel tersebut. Walaupun di dalam novel ada penggunaan bahasa asing tetapi bahasa tersebut lebih memudahkan pembaca karena walaupun bahasa korea ada tulisan hangul tetapi diberi juga penulisan latinnya agar pembaca bisa membaca hangul dan mengetahui arti dari tulisan hangul tersebut. Kesan yang terkandung di dalam novel ini bahwa di dalam kita menjalani hubungan percintaan jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya saja, serta kita tidak boleh membandingkan pasangan kita dengan orang lain. Walaupun penampilan dari pasangan kita terlihat sederhana tapi, di dalam hatinya dia mencintai dan menyayangi pasangannya dengan tulus, dan dia menjadi seorang yang sangat setia walau banyak seorang wanita yang jauh lebih cantik . dan dia tetap setia dengan ceweknya sendiri saja. Tubuh/Isi Resensi Sinopsis Di perjalanan malam yang senyap dengan keheningan di dalam mobil, wanita yang ingin dipedulikan oleh pasangannya memulai percakapan pertama dengan pacarnya sendiri. Jindo adalah seorang photografer yang kurang peduli terhadap pacarnya sendiri yang bernama Nara. Jindo lebih mementingkan urusan pekerjaannya yaitu mengambil gambar dari kameranya , semua keinginan harus dilakukan oleh seorang yang sangat ke kanak-kanakkan. Nara selalu merasa kesal ketika jindo selalu mementingkan kamera dan dekat dengan model-model lain. Ketika hubungan Nara dan Jindo tidak berjalan lancar saat itu, tetangga lelakinya mengirimkan bunga kepada Nara. Dan pada saat itu pula Nara memutuskan untuk tidak berhubungan lagi kepada Jindo dan memilih untuk menjalin hubungan dengan tetangga lelakinya itu. Namun, lelaki tetangganya itu membuat goresan di hati Nara, dan ia pun memilih untuk pergi meninggalkan tetangga lelakinya tersebut. Nara terluka kembali tetapi, pada saat itu Nara kembali memikirkan Jindo dan meminta untuk menjalin hubungan kembali dengan Jindo. Karena Nara juga seorang model yang cantik tapi ia sangat egois, hal ini yang selalu ia lakukan berulang-ulang kali. Nara selalu mencari orang yang lebih baik dari Jindo, ia tidak pernah merasa puas dengan semua yang telah dilakukan Jindo untuknya. Pada saat itu di pulau Jeju hubungan Nara dan Jindo mulai membaik, namun pada saat itu ada seorang wanita baru yang mucul di kehidupan Nara dan Jindo yaitu Ryu. Ryu merupakan anak bibi dari Jindo, jadi Ryu ini selalu menemani Jindo kemanapun. Ryu juga begitu pengertian dan mengerti dengan Jindo dan ia juga sangat mengetahui segala sesuatu tentang Jindo. Ketika Ryu dan Jindo sedang berduaan di pantai pada saat matahari terbenam, namun saat itu Nara datang dan ia sangat marah kepada Ryu dan Jindo. Nara mengalami kecelakaan setelah kejadian itu Nara dirawat di rumah sakit dan semua yang dilihatnya gelap. Nara mengalami kebutaan dalam waktu yang lama dan membuat Nara tak sanggup dengan keadaannya, perbuatan Ryu dan Jindo menjadi pelampiasan kemarahannya, selama dirawat, Jindo tak pernah menjenguknya, hal itu menjadikan Nara semakin benci kepada Jindo dan Ryu. Waktu ke waktu membuat hidup Nara semakin membaik, ditambah lagi dengan pemberian kornea mata untuknya merupakan hal yang tak pernah ia duga datang begitu saja, tapi setelah operasi mata itu selesai, Nara masih saja ingin menemui Jindo yang telah membuatnya menderita, sakit hatinya terhadap Jindo menghilang menjadi rasa yang penuh harap untuk bersama Jindo seperti dulu lagi, tapi kehadiran Ryu membuat Nara semakin emosional dan tidak terkendali. Setelah mengetahui keberadaan Jindo dan Ryu, Nara terkejut dengan keadaan Jindo yang sekarang, dengan kedatanganNara ke tempat Jindo, membuat Jindo harus meninggalkan Korea Selatan sendiri tanpa Ryu, dengan sepucuk surat yang diberikan Jindo kepada Nara telah berubah dari hidupnya yang lama, hidupnya yang baru membuat mengerti dengan satu perasaan yang belum dirasakannya saat bersama Jindo.   Keunggulan Novel Keunggulan dari cerita di dalam novel ini yaitu bisa dirasakan pembawaannya yang begitu mendalam dari tokoh utama yaitu Nara, setiap kisah yang tertuang di dalamnya selalu membuat pembaca terbawa ke dalam cerita novel karya Keisha Sarang ini, dan pembaca dapat mengerti apa yang dimaksud di dalam cerita ini, perincian setiap tempat di dalam cerita ini cukup jelas. Kelemahan Novel Kelemahan dari cerita di dalam novel ini adalah kurangnya tata bahasa yang baik dan benar, sebagian kata-kata di dalam novel ini membuat para pembaca tidak bisa dengan jelas memehami ceritanya, novel ini bahan/materail kertas nya juga mudah sobek, dan tidak adanya gambar-gambar yang dapat ditampilkan di dalam novel tersebut sehingga membuat para pembaca cepat bosan pada saat membaca. Soalnya kalau ada gambarnya mungkin pembaca akan sangat semangat untuk membaca dan pembaca pun juga bisa nanti menggambarkan seperti apa pemandangan dari negara Korea. Penutup Novel Eye shadow merupakan novel yang bercerita tentang percintaan seseorang yang romantis tetapi masing-masing karakter yang dimiliki oleh sepasang kekasih tersebut sangat lah berbeda yang cowoknya kurang peduli dengan cweknya, sedangkan cewek nya egois yang tidak mau mengalah dengan cowoknya. Akhirnya mereka memutuskan hubungan mereka lalu, mereka menjalin hubungannya kembali. Tetapi ceweknya cemburu dengan kehadiran seseorang baru di dalam kehidupan mereka berdua. Lalu, cowoknya pergi meninggalkan Korea Selatan sedangkan ceweknya mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia sekarang menjadi buta dan sampai sekarang ia tidak mengetahui siapa yang sebenarnya mendonorkan kornea mata kepadanya. Novel ini juga mengajak pembaca agar penasaran siapa yang sebenarnya memberikan kornea mata tersebut. Karena di dalam novel ini tidak menyebutkan siapa orangnya tersebut.
Selengkapnya : http://fiksiana.kompasiana.com/isfanur_baiti/resensi-novel-berjudul-eye-shadow_562e2adfb37a614d048b4567

Tidak ada komentar:

Posting Komentar